Karena pengendara menghirup udara terburuk di kota.
Helm dirancang untuk satu tugas: melindungi kepala. Semua soal udara di dalamnya, panasnya, CO₂ yang terperangkap, asap diesel dari bus yang ada di depanmu saat macet, dibiarkan jadi urusan pengendara.
Di kota-kota padat dan dataran rendah di seluruh Asia Tenggara, kadar PM2.5 sering melonjak melampaui apa pun yang pernah dialami pekerja kantoran. Pengendara menerima paparan itu tepat di depan wajah, di tengah lalu lintas, di setiap perjalanan.
Kami tidak ingin membuat helm baru. Kami ingin cara untuk membuat setiap helm jadi lebih baik. Sistem clip-on yang mengalirkan udara bersih dan tersaring ke wajah, tanpa merombak apa yang sudah berfungsi.
PM2.5 setinggi wajah, di setiap perjalanan